sipil UGM

Author Archive

[kegiatan] Wajah Simbah di Panti Wredha: refleksi kemanusiaan kita

poster simbah fixSelalu sehat, tangkas, gesit, dan tentunya tetap punya semangat berapi-api di masa tua, menjadi harapan semua orang. Tetap bisa bekerja, atau paling tidak berkegiatan bersama keluarga atau tetangga, memandang anak-anak yang sudah mentas, ditambah menimang cucu kesayangan, menjadikan masa tua terasa begitu berharga. Namun, terkadang masa tua tidak seindah yang diharapkan.

Anak-anak berkarya di berbagai tempat, jauh dari tentangga, dengan kondisi kesehatan yang semakin menurun. Dengan kondisi demikian, bertahan hidup sendirian terasa sulit dan berat dilakukan. Pilihan hidup di panti jompo menjadi salah satu opsinya. Kehidupan di panti pun, penuh dinamika.

Diskusi ini akan menghadirkan Feriawan Agung Nugroho, seorang pekerja sosial yang mengabdikan diri pada simbah-simbah  di panti wredha. Lewat akun Facebook (https://www.facebook.com/feriawan), Feri membagikan kisah kisah terkait para simbah. Ada kisah menggembirakan, ketika para simbah tertawa, akrab di antara mereka. Ada cerita sedih, ketika ada simbah yang terlantar di jalanan atau di rumahnya sebelum dijemput ke panti. Ada pula yang mengharukan, ketika ada simbah yang jatuh cinta di Panti Wredha.

Banyak aspek kemanusiaan (baca: manusiawi) di dunia para simbah. Hal ini, bagi kita yang masih muda harus dimaknai, didalami. Agar ketika menjadi simbah, kita tidak kaget dengan owah gingsiring jaman.

Diskusi dilaksanakan pada Kamis, 26 April 2018. Di Perpustakaan FT UGM, pukul 15.30 – 17.30 WIB.

Reservasi tempat bisa dilakukan di >>> ugm.id/masatua <<

Memunculkan keunikan, untuk memenangkan perhatian

WhatsApp Image 2018-04-16 at 1.49.59 PMJumat (13/4), di Perpustakaan FT UGM diselenggarakan diskusi tentang beasiswa LPDP. Menghadirkan reviewer LPDP yang juga dosen di DTETI UGM, Ir. Lukito Edi Nugroho, Ph.D.

Dalam rekruitmen beasiswa, khususnya LPDP terkadang ditemukan seorang yang pintar namun tidak lolos. Ada juga sebaliknya, tidak begitu pintar namun lolos. Hal ini disebabkan karena faktor “pintar” secara akademik hanya salah satu saja dari parameter kelulusan memperoleh beasiswa. Apalagi, jumlah beasiswa yang disediakan lebih sedikit dari jumlah yang melamar/membutuhkan.

Untuk “memenangkan” pertarungan mendapat beasiswa, maka seorang pelamar harus meyakinkan pemberi beasiswa bahwa dirinya layak. Meyakinkan pemberi beasiswa ini, dilakukan dengan beberapa cara. Pertama pelamar harus menyesuaikan cara pandangan dan dirinya dengan cara pandang (visi/misi) pemberi beasiswa. Misalnya, jika di LPDP ada nilai-nilai yang dituntut, maka berilah hal tersebut: integritas, nasionalisme, kontribusi, dan lainnya.

Berikutnya, pelamar harus memenangkan perhatian, dengan cara membuat perbedaan di antara pelamar lain menjadi menonjol. Perbedaan tersebut dapat berupa aspek akademik, non akademik, kepemimpinan, survival, organisasi, sosial, bakat, cara pandang pada sesuatu hal. Pak Lukito bercerita tentang seorang pejuang LPDP dari Kupang yang rela menempuh perjalanan 3 hari 2 malam ke lokasi wawancara. Secara kasat mata, hal tersebut menunjukkan survival si pelamar.

Secara umum, keunikan dan “ketahanan diri” muncul dari orang yang hidup dalam keterbatasan. Namun, orang yang hidup pada kondisi normal, sesungguhnya juga memiliki keunikan masing-masing. Keunikan tersebut harus digali, dan disiapkan sejak lama. Hal yang unik tersebut disajikan pada pewawancara apa adanya, genuine.

Notulen diskusi “Tips identifikasi jurnal dan konferensi”

Screenshot_2018-04-16_13-20-56Bagi mahasiswa, terutama mahasiswa S3, jurnal dan konferensi tentunya akrab di telinga. Ketika meneliti, pasti dilanjutkan dengan publikasi. Jurnal dan konferensi menjadi wadah dari publikasi tersebut.

Namun demikian, ada jurnal dan konferensi yang muncul tidak sebagaimana seharusnya. Jurnal atau konferensi ini, kerap disebut predator atau abal-abal. Namun, ternyata cukup kompleks menelaah sebuah jurnal atau konferensi itu abal-abal atau tidak.

Dari sisi istilah, predator berarti pemangsa. Berarti ada yang dimangsa, dan ada yang merasa dimangsa. Pemangsaan bisa dari sisi uang, atau yang lebih substansial adalah proses peer review yang tidak dilakukan oleh sebuah jurnal. Jurnal predator muncul, bersambungan dengan maraknya gerakan Open Access.

Penilaian pada sebuah konferensi atau jurnal, tidak selalu menghasilkan hitam-putih yang jelas. Namun, bisa juga abu-abu. Misalnya kesimpulan “ini aneh”, “hindari”, dan lainnya. Terkadang, intuisi diperlukan untuk mencapai kesimpulan tersebut.

Dari sisi nama, jika ada nama jurnal menyebut negara, namun ternyata dia menyebut letak sekretariatnya berbeda negara, maka kita harus mulai hati-hati. Atau jurnal menyebut sebuah matrik tertentu. Maka harus dicek langsung pada matriknya. Atau bahkah menyebut nama matrik yang bukan aslinya. Misalnya: XXX Impact Factor. Impact Factor merupakan produk dari lembaga tertentu. Jika ada lembaga lain mengeluarkannya, maka kita harus hati-hati.

ISSN yang ditonjolkan, terkadang juga menipu. Karena ISSN tidak ada kaitannya dengan kualitas sebuah jurnal. Dari sisi jumlah artikel, kita juga bisa menilai berapa artikel terbit dalam satu nomor. Jika jumlahnya banyak, bahkan satu tahun bisa terbit ratusan, maka kita juga harus mulai hati-hati.

Daftar dari Beall dapat pula dijadikan patokan awal menilai. Namun, karena Beall tidak melanjutkan daftar yang dia buat, maka perlulah kiranya masing-masing orang melakukan penilaian mandiri.

Beberapa alat yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi, atau paling tidak menjadi bahan pertimbangan untuk menilai jurnal, diantaranya

  1. Think Check Submit, yang beralamat di https://thinkchecksubmit.org/. Web ini berisi pertanyaan-pertanyaan pada tiap bagian, mulai dari Think, Check, dan Submit. Pertanyaan ini dapat memandu kita dalam menilai jurnal
  2. SciRev, yang beralamat di https://scirev.org/. Web ini berisi berbagai pengalaman terkait waktu yang dibutuhkan dalam pengelolaan manuskrip. Mulai dari durasi review, waktu yang dibutuhkan untuk reject artikel. Serta karakter peer review. Kemudian terdapat nilai akhirnya. Testimoni yang ada di dalam web ini, bermanfaat untuk pertimbangan orang dalam memutuskan submit atau tidak.

Yang harus ditekankan adalah keberanian submit di jurnal yang baik, dengan tolok ukur yang tepat. Karena, hasil review dari reviewer jurnal tersebutlah yang sangat bermanfaat bagi penulis.

Slide presentasi Siti Nurleily Marliana dapat diunduh di http://lib.ft.ugm.ac.id/web/?wpdmdl=5259

[kegiatan] Agenda Perpustakaan FT UGM 16-20 April 2018: diskusi tokoh, sinau macapat, aksara jawa dan Ms. Word

[[ Ngobrol bareng mengenal tokoh, seri “HOS Cokroaminoto ]]

“Soekarno, Semaun, dan Kartosuwiryo pernah ngekos di rumah HOS Cokroaminoto”

Selasa, 17 April 2018, 15.30 – 17.30. Lokasi Perpustakaan UGM. Pemantik obrolan Dr. Miftahul Iman.

reservasi ugm.id/hos

—##—

[[ Sinau nembang Macapat, seri “Mijil” ]]
Rabu, 18 April 2018, jam 15.30 di Perpustakaan FT UGM
Bersama Ariani Puji Astuti

pendaftaran ugm.id/mijil

—##—

[[ Pelatihan SPSS kelas khusus ]]
19 April 2018

—##—

[[ Sinau aksara Jawa seri #1: mengenal aksara jawa ]]
Kamis, 19 April 2018, 15.30 – 17.00 di Perpustakaan FT UGM
Bersama Ambar Bagianti (Mahasiswa Sastra Jawa UGM)

pendaftaran ugm.id/sinaujawa

—##—

[[ Ms. Word untuk menulis Ilmiah ]]

Jumat, 20 April 2018, pukul 13.00 – 15.00
di Perpustakaan FT UGM
Pengampu: MIC FT UGM

pendaftaran http://ugm.id/word1

—##—

[[Mendeley dan Zotero]]

Selasa dan Rabu, 17 dan 18 April 2018 di Perpustakaan FT UGM
pendaftaran di ugm.id/z6

Infografi Publikasi Civitas FT UGM terindeks Scopus (per 26 Februari 2018)

scopus-ftSebagai wujud dari peran penelitian, civitas Fakultas Teknik UGM juga menerbitkan tulisan hasil penelitian dalam berbagai media publikasi. Jurnal, buku, atau konferensi. Perkembangan dari tahun ke tahun, terus menanjak naik. Hal ini, tentunya karena semangat civitas dalam meneliti, serta dorongan dari institusi dalam berbagai bentuknya.

Infografi di samping merupakan gambaran perkembangan publikasi civitas FT UGM yang terindeks Scopus terhitung sampai 26 Februari 2018. Data diambil dari ID Scopus dosen FT UGM,  diolah kemudian dituangkan dalam bentuk infografi.

Tahun 2017 terdapat 460 publikasi, meningkat dari 311 di tahun sebelumnya. Publikasi paling banyak dalam bentuk conference.  UGM, atau sesama UGM merupakan afiliasi jejaring penulis paling tinggi. Disusul Kyusu University. Untuk negara kolaborasi, Jepang menempati urutan kedua dengan 341 dokumen. Penulis terproduktif total diduduki Hanung Adi Nugroho (DTET), demikian pula di tahun 2017. Namun, ada nama baru muncul, yang pada 2017 mampu menjadi terproduktif kedua: Igi Ardianto.

Untuk lebih lengkap, silakan cermati infografi. Untuk versi resolusi tinggi, dapat diunduh di http://lib.ft.ugm.ac.id/web/download/infografi-publikasi-civitas-ft-ugm-terindeks-scopus-per-26-februari-2018/

Perpustakaan FT UGM selama 2017

infografi 2017Selama 2017, Perpusatkaan FT UGM menjalankan perannya sebagai perpustakaan di tingkat fakultas. Berbagai kegiatan dilakukan, sebagai layanan utama selain sirkulasi koleksi.

Kegiatan terdiri dari kegiatan pelatihan rutin yang diampu oleh pustakawan, diampu mahasiswa. Kemudian kegiatan mahasiswa/organisasi mahasiswa yang bekerjasama dengan perpustakaan, diskusi bersama dosen, bersama ECC, serta kegiatan lainnya. Infografi di samping, menunjukkan kerja perpustakaan FT UGM selama 2017.

Download di http://lib.ft.ugm.ac.id/web/?wpdmdl=5071

[ kegiatan ] Diskusi “Beasiswa LPDP: yang lolos dan yang berguguran”

Desain Poster LPDP-edit1Studi lanjut merupakan impian setiap orang. Bagi orang yang mampu maupun kurang mampu (secara finansial). Khususnya bagi yang kurang mampu secara finansial, maka kemampuan intelektual menjadi kuncinya. Tentunya juga diiringi dengan usaha.

Khususnya terkait beasiswa LPDP, banyak dinamika yang ditemukan. Terkadang yang mampu secara intelektual pun tidak lolos dalam persaingannya. Ada yang harus mendaftar beberapa kali, belajar dari kegagalan wawancara sebelumnya, kemudian barulah lolos.

Lalu, bagaimana sebenarnya dinamika “perebutan” kursi beasiswa LPDP itu?

Ikuti diskusi ini, yang akan diselenggarakan pada Jum’at, 13 April 2018 pukul 08.30 – 11.00 di Perpustakaan FT UGM, dengan pemateri Ir. Lukito Edi Nugroho, Ph.D. (Dosen DTETI dan Reviewer LPDP).

>> pendaftaran di ugm.id/lpdp <<

[ kegiatan ] Pelatihan Reguler Perpustakaan FT UGM 9 – 13 April 2018

>> Pendaftaran di http://ugm.id/xv <<

Materi:

  1. Mendeley untuk manajemen referensi, Senin, 9 April 2018 13.30 – 15.00
  2. Ms. Word untuk menulis ilmiah, Selasa 10 April 2018 pukul 09.00 – 11.00
  3. XMind untuk membuat mindmap, Selasa 10 April 2018 pukul 13.30 – 15.00 WIB
  4. Ms. VISIO 2016 untuk membuat FlowChart: Rabu, 11 April 2018 09.00 – 11.00
  5. NVivo untuk analisis data kualitatif, Rabu, 11 April 2018 13.30 – 15.00
  6. Latex berdasar template Teknik Fisika dan Teknik Nuklir, Jumat, 13 April 2018, 13.30 – 15.00

 

b262b2f6e592b2e90cda8fea4b1dd7e4t7f2940f

[kegiatan] Seri Sinau Aksara Jawa: mengenal kembali aksara Jawa, 12 April 2018

Ciri_aksara_jawa

Sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Aksara_Jawa#Sejarah

Aksara Jawa memiliki cara penulisan yang berbeda dengan huruf latin. Tentunya, umurnya sudah sangat tua. Mahasiswa generasi saat ini, mungkin hanya dikenalkan ketika sekolah di SD dan SMP saja. Setelahnya, bisa lupa. Padahal, bagi orang Jawa, bahasa tersebut, secara lisan digunakan untuk percakapan sehari-hari.

Perpustakaan FT UGM, hendak menggali kembali aksara Jawa. Kali ini dalam bentuk sinau bersama secara berseri. Untuk seri pertama berisi pengenalan dan sejarah aksara Jawa.

Kegiatan akan dilaksanakan pada Kamis, 12 April 2018, Pukul 14.30-16.00 di Perpustakaan Fakultas Teknik UGM. Kegiatan ini akan diampu oleh Ambar Bagianti. Ambar merupakan mahasiswa departemen Sastra Jawa, Fakultas Ilmu Budaya UGM.

>> Pendaftaran di ugm.id/sinaujawa <<

 

[kegiatan] Diskusi “Tips mengidentifikasi kualitas jurnal dan konferensi”, 12 April 2018

Publikasi menjadi salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh dosen dan juga mahasiswa. Berbagai wadah publikasi tersedia, baik dalam bentuk jurnal, maupun prosiding konferensi. Namun, dari banyaknya jurnal dan konferensi tersebut, perlu dipilih yang sesuai dengan tulisan yang dimiliki.

Hal yang perlu diperhatikan lagi, terkait maraknya jurnal atau konferensi abal-abal, dicap predator, atau pernah dicap predator. Maupun konferensi namun dibungkus jurnal. Penulis dituntut untuk jeli, agar tepat dalam menentukan jurnal atau konferensi yang dituju.

Diskusi ini menghadirkan Siti Nurleily Marliana, Ph.D. Beliau merupakan anggota Tim Percepatan Jurnal UGM, Dosen Fakultas Biologi serta pengelola jurnal. Banyak berpengalaman dalam teknis dan substansi pengelolaan jurnal.

Kegiatan akan dilaksanakan pada Kamis, 12 April 2018, pukul 08.30 – 12.00

>> reservasi tempat/pendaftaran ugm.id/identifikasijurnal <<

 

WhatsApp Image 2018-04-02 at 4.46.11 PM