sipil UGM

Memunculkan keunikan, untuk memenangkan perhatian

WhatsApp Image 2018-04-16 at 1.49.59 PMJumat (13/4), di Perpustakaan FT UGM diselenggarakan diskusi tentang beasiswa LPDP. Menghadirkan reviewer LPDP yang juga dosen di DTETI UGM, Ir. Lukito Edi Nugroho, Ph.D.

Dalam rekruitmen beasiswa, khususnya LPDP terkadang ditemukan seorang yang pintar namun tidak lolos. Ada juga sebaliknya, tidak begitu pintar namun lolos. Hal ini disebabkan karena faktor “pintar” secara akademik hanya salah satu saja dari parameter kelulusan memperoleh beasiswa. Apalagi, jumlah beasiswa yang disediakan lebih sedikit dari jumlah yang melamar/membutuhkan.

Untuk “memenangkan” pertarungan mendapat beasiswa, maka seorang pelamar harus meyakinkan pemberi beasiswa bahwa dirinya layak. Meyakinkan pemberi beasiswa ini, dilakukan dengan beberapa cara. Pertama pelamar harus menyesuaikan cara pandangan dan dirinya dengan cara pandang (visi/misi) pemberi beasiswa. Misalnya, jika di LPDP ada nilai-nilai yang dituntut, maka berilah hal tersebut: integritas, nasionalisme, kontribusi, dan lainnya.

Berikutnya, pelamar harus memenangkan perhatian, dengan cara membuat perbedaan di antara pelamar lain menjadi menonjol. Perbedaan tersebut dapat berupa aspek akademik, non akademik, kepemimpinan, survival, organisasi, sosial, bakat, cara pandang pada sesuatu hal. Pak Lukito bercerita tentang seorang pejuang LPDP dari Kupang yang rela menempuh perjalanan 3 hari 2 malam ke lokasi wawancara. Secara kasat mata, hal tersebut menunjukkan survival si pelamar.

Secara umum, keunikan dan “ketahanan diri” muncul dari orang yang hidup dalam keterbatasan. Namun, orang yang hidup pada kondisi normal, sesungguhnya juga memiliki keunikan masing-masing. Keunikan tersebut harus digali, dan disiapkan sejak lama. Hal yang unik tersebut disajikan pada pewawancara apa adanya, genuine.

Notulen diskusi “Tips identifikasi jurnal dan konferensi”

Screenshot_2018-04-16_13-20-56Bagi mahasiswa, terutama mahasiswa S3, jurnal dan konferensi tentunya akrab di telinga. Ketika meneliti, pasti dilanjutkan dengan publikasi. Jurnal dan konferensi menjadi wadah dari publikasi tersebut.

Namun demikian, ada jurnal dan konferensi yang muncul tidak sebagaimana seharusnya. Jurnal atau konferensi ini, kerap disebut predator atau abal-abal. Namun, ternyata cukup kompleks menelaah sebuah jurnal atau konferensi itu abal-abal atau tidak.

Dari sisi istilah, predator berarti pemangsa. Berarti ada yang dimangsa, dan ada yang merasa dimangsa. Pemangsaan bisa dari sisi uang, atau yang lebih substansial adalah proses peer review yang tidak dilakukan oleh sebuah jurnal. Jurnal predator muncul, bersambungan dengan maraknya gerakan Open Access.

Penilaian pada sebuah konferensi atau jurnal, tidak selalu menghasilkan hitam-putih yang jelas. Namun, bisa juga abu-abu. Misalnya kesimpulan “ini aneh”, “hindari”, dan lainnya. Terkadang, intuisi diperlukan untuk mencapai kesimpulan tersebut.

Dari sisi nama, jika ada nama jurnal menyebut negara, namun ternyata dia menyebut letak sekretariatnya berbeda negara, maka kita harus mulai hati-hati. Atau jurnal menyebut sebuah matrik tertentu. Maka harus dicek langsung pada matriknya. Atau bahkah menyebut nama matrik yang bukan aslinya. Misalnya: XXX Impact Factor. Impact Factor merupakan produk dari lembaga tertentu. Jika ada lembaga lain mengeluarkannya, maka kita harus hati-hati.

ISSN yang ditonjolkan, terkadang juga menipu. Karena ISSN tidak ada kaitannya dengan kualitas sebuah jurnal. Dari sisi jumlah artikel, kita juga bisa menilai berapa artikel terbit dalam satu nomor. Jika jumlahnya banyak, bahkan satu tahun bisa terbit ratusan, maka kita juga harus mulai hati-hati.

Daftar dari Beall dapat pula dijadikan patokan awal menilai. Namun, karena Beall tidak melanjutkan daftar yang dia buat, maka perlulah kiranya masing-masing orang melakukan penilaian mandiri.

Beberapa alat yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi, atau paling tidak menjadi bahan pertimbangan untuk menilai jurnal, diantaranya

  1. Think Check Submit, yang beralamat di https://thinkchecksubmit.org/. Web ini berisi pertanyaan-pertanyaan pada tiap bagian, mulai dari Think, Check, dan Submit. Pertanyaan ini dapat memandu kita dalam menilai jurnal
  2. SciRev, yang beralamat di https://scirev.org/. Web ini berisi berbagai pengalaman terkait waktu yang dibutuhkan dalam pengelolaan manuskrip. Mulai dari durasi review, waktu yang dibutuhkan untuk reject artikel. Serta karakter peer review. Kemudian terdapat nilai akhirnya. Testimoni yang ada di dalam web ini, bermanfaat untuk pertimbangan orang dalam memutuskan submit atau tidak.

Yang harus ditekankan adalah keberanian submit di jurnal yang baik, dengan tolok ukur yang tepat. Karena, hasil review dari reviewer jurnal tersebutlah yang sangat bermanfaat bagi penulis.

Slide presentasi Siti Nurleily Marliana dapat diunduh di http://lib.ft.ugm.ac.id/web/?wpdmdl=5259

Infografi Publikasi Civitas FT UGM terindeks Scopus (per 26 Februari 2018)

scopus-ftSebagai wujud dari peran penelitian, civitas Fakultas Teknik UGM juga menerbitkan tulisan hasil penelitian dalam berbagai media publikasi. Jurnal, buku, atau konferensi. Perkembangan dari tahun ke tahun, terus menanjak naik. Hal ini, tentunya karena semangat civitas dalam meneliti, serta dorongan dari institusi dalam berbagai bentuknya.

Infografi di samping merupakan gambaran perkembangan publikasi civitas FT UGM yang terindeks Scopus terhitung sampai 26 Februari 2018. Data diambil dari ID Scopus dosen FT UGM,  diolah kemudian dituangkan dalam bentuk infografi.

Tahun 2017 terdapat 460 publikasi, meningkat dari 311 di tahun sebelumnya. Publikasi paling banyak dalam bentuk conference.  UGM, atau sesama UGM merupakan afiliasi jejaring penulis paling tinggi. Disusul Kyusu University. Untuk negara kolaborasi, Jepang menempati urutan kedua dengan 341 dokumen. Penulis terproduktif total diduduki Hanung Adi Nugroho (DTET), demikian pula di tahun 2017. Namun, ada nama baru muncul, yang pada 2017 mampu menjadi terproduktif kedua: Igi Ardianto.

Untuk lebih lengkap, silakan cermati infografi. Untuk versi resolusi tinggi, dapat diunduh di http://lib.ft.ugm.ac.id/web/download/infografi-publikasi-civitas-ft-ugm-terindeks-scopus-per-26-februari-2018/

Perpustakaan FT UGM selama 2017

infografi 2017Selama 2017, Perpusatkaan FT UGM menjalankan perannya sebagai perpustakaan di tingkat fakultas. Berbagai kegiatan dilakukan, sebagai layanan utama selain sirkulasi koleksi.

Kegiatan terdiri dari kegiatan pelatihan rutin yang diampu oleh pustakawan, diampu mahasiswa. Kemudian kegiatan mahasiswa/organisasi mahasiswa yang bekerjasama dengan perpustakaan, diskusi bersama dosen, bersama ECC, serta kegiatan lainnya. Infografi di samping, menunjukkan kerja perpustakaan FT UGM selama 2017.

Download di http://lib.ft.ugm.ac.id/web/?wpdmdl=5071

Diskusi Film Dokumenter Asimetris: Alam telah memberikan banyak keuntungan untuk bisa bertahan

Pada Selasa (20/3/2018) yang lalu, Nekropolis, sebuah platform diskusi isu-isu perkotaan, bekerja sama dengan Social Movement Institute menggelar nonton bareng sekaligus diskusi film dokumenter besutan Watchdoc terbaru: Asimetris.

Film yang berdurasi sekitar satu jam ini mengangkat isu konflik lahan sawit dan pencemaran lingkungan di baliknya, dengan lokasi pengambilan di Kalimantan dan Sumatera. Setelah pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai isu ini bersama Melky dari Social Movement Institute (menggantikan Eko Prasetyo yang berhalangan hadir), Adi dari Walhi Jogja, dan dimoderatori oleh Dzikri Rahmanda. 

Meskipun padat dan udara sore itu begitu hangat, tapi tidak menyurutkan antusiasme peserta yang membludak. Diskusi ini memantik banyak tanggapan dari ratusan peserta yang hadir memadati ruang diskusi Perpustakaan Fakultas Teknik, yang sebagian besarnya adalah mahasiswa (baik mahasiswa UGM maupun non-UGM).

Alam telah memberikan banyak keuntungan untuk bisa bertahan. Jangan dirusak. Pembukaan lahan sawit besar-besaran seperti memperkosa alam. Ini memperpendek masa bertahan kita di alam ini, dan merupakan ancaman serius. Fenomena ini membutuhkan bantuan dari kawan-kawan. Kawan-kawan (mahasiswa) ini seharusnya tidak eksklusif hanya memperjuangkan fenomena-fenomena tertentu.” — Melki, SMI

Diskusi kemudian berakhir pada pukul 18.00, dengan berbagai tanggapan dari peserta. Harapannya, diskusi ini mampu memantik kesadaran tentang pentingnya menjaga kelestarian alam, serta mahasiswa mampu lebih terbuka melihat konflik yang terjadi antara warga tani, pengusaha, dan juga pemerintah. (Husna/PWK)

 

Mocopat: tembang tradional Jawa penuh makna

WhatsApp Image 2018-03-27 at 5.49.57 PMSejak awal tahun, ada 3 mahasiswa partime di Perpustakaan FT UGM. Tiga mahasiswa ini berasal dari fakultas lain (bukan dari FT). Satu dari Sekolah Vokasi (teknologi jaringan), 1 orang dari Fakultas Geografi, dan terakhir dari Fakultas Ilmu Budaya. Mereka memiliki kemampuan masing-masing.

Ada yang menguasai desain menggunakan Corel Draw, mahir nyinden, serta mahir menulis dan membaca huruf jawa.

Ini perpustakaan. Sekarang, bagaimana memanfaatkan mereka di perpustakaan yang berbau “teknik”?

Selasa (27/3) sore, salah satu dari mereka, Ariani, kami minta menjadi pemantik diskusi tentang budaya jawa, khususnya tembang jawa. Hadir teman-teman mahasiswa dan juga staf perpustakaan.

Ariani belajar Mocopat sejak SD. Bahkan ketika SD sudah ikut perlombaan. Ariani, menyampaikan hal ikhwal Macapat. Ciri-ciri, dan arti dari 11 tembang macapat. Mulai dari Maskumambang yang menggambarkan proses awal manusia, hingga Pocung yang menggambarkan akhir kehidupan manusia. Disela paparan santai itu, kami diskusi. Kami, yang hadir di sore itu, saling memberikan tanggapan tentang budaya jawa. Terkadang kami mengingat lagi, ketika SD belajar Macapat. Satu dua baris, kami masih ingat.

“Saya masih ingat juga beberapa baris mocopat”, kata Mas Randi yang sehari-hari bertugas di MIC FT UGM. Hal serupa juga disampaikan oleh Naili, Mbak Neni dan peserta lainnya. Pada sore itu, Mas Bagus juga bercerita tentang kemampuan ayahnya nembang Jawa. “Saya ingin belajar, Mas. Bapak saya mengatakan, kalau ingin belajar nembang jawa ya harus bergaul dengan orang yang menembang Jawa,”. Bagus melanjutkan, bahwa ayahnya juga seorang muadzin yang memiliki cengkok khas Jawa.

Menjelang akhir acara, kami, satu per satu nembang. Ya, sebisanya. Kemudian Ariani, menutup sore itu dengan suara merdunya melantunkan macapat Dhandhanggulo.

****

David  Lankes, seorang ilmuwan Ilmu Perpustakaan mengatakan, “the mission of librarians is to improve society through facilitating knowledge creation in their communities”. Kiranya, kalimat kunci inilah yang kami gunakan di Perpustakaan FT UGM. Membangun pengetahuan-pengetahuan baru, atau memancing pengetahuan yang lama mengendap, agar keluar, kemudian disebarkan lagi. Di Perpustakaan FT UGM, semua ilmu dihargai. Mulai dari filsafat, sosial, budaya dan lainnya. Tentunya termasuk ilmu teknik itu sendiri. Semua punya peminatnya masing-masing.

Slide dari Ariani, dapat diunduh di http://lib.ft.ugm.ac.id/web/download/slide-sinau-tembang-jawa-ariani-puji-astuti/

Catatan pelatihan membuat Curriculum Vitae 9 Maret 2018 (CT FT UGM)

Foto dan notulensi: Rahmadika Dandi

Cendekia Teknika (CT) Fakultas Teknik UGM, Jumat (9/3) menyelenggarakan pelatihan membuat CV di Perpustakaan FT UGM. Pemateri kegiatan ini yaitu Fathin Naufal (T. Industri 2013). Acara diawali dengan pembukaan oleh panitia, serta sambutan ketua CT, dilanjutkan materi.

Berikut ringkasan materi pada pelatihan ini.

MATERI:
Curriculum Vitae merupakan lembar identitas serta evaluasi diri. Kalau bisa CV berkisar antara satu atau dua halaman, usahakan jangan lebih dari dua. Bikin se-atraktif mungkin dan bisa mendeskripsikan diri anda. Sebelumnya di bahas terlebih dahulu pada CV umumnya ada :

  1. Desain (Cinta dari mata turun ke hati. Keep It Short & Simple)
    Desain menjadi hal pertama yang akan menentukan menarik atau tidaknya sebuah CV. Namun jangan terlalu berlebihan dalam menambahkan desain.
  2. Foto (Kesan pertama)
    Foto menjadi kesan pertama. Mengapa? karena foto kadang menggambarkan perilaku. Foto harus menunjukkan kesan positif.
  3. Identitas Diri (Nama Lengkap, Alamat, No. Telepon, Media Sosial, Email)
    Media sosial juga menjadi CV online. Beberapa perusahaan telah menggunakan media sosial sebagai bahan pertimbangan.
  4. Personalitas
    Gambaran singkat karakter diri anda. Deskripsikan diri anda dalam satu paragraph yang jelas.
  5. Riwayat pendidikan (tidak perlu di sebutkan dari TK maupun SD)
    Jurusan dan IPK.
  6. Keterampilan (Opsional)
    Terkadang keterampilan sudah ditampilkan dalam personalitas (pada no. 4).
  7. Pengalaman (Kerja/Organisasi/Proyek)
    Jangan hanya mencantumkan acara dan jabatan, tetapi jelaskan secara singkat apa yang Anda lakukan dalam kerja/organisasi/proyek tersebut dan prestasi yang anda capai dalam pengalaman tersebut.
  8. Training/Pelatihan (Terbaru)
  9. Informasi Lain tentang Anda (TOEFL, IELTS, Pengalaman KKN)

TIPS :

  • Kalau bisa Bahasa Inggris, karena bahasa Inggris bahasa universal.
  • Menurut fakta, jangan bohong.
  • Cari tahu tujuan CV di buat
    CV untuk beasiswa dan CV untuk daftar kerja itu berbeda. Jika daftar bekerja, maka akan lebih memperhatikan pengalaman proyek/kerja dan skill. Sedangkan, untuk mendaftar
    beasiswa, lebih memperhatikan pengalaman organisasi dan prestasi. Selain itu, manfaat mengetahui tujuan CV di buat agar mengerti apa saja pengalaman yang mendukung untuk
    di cantumkan dan di jelaskan secara singkat di dalamnya, sehingga CV tidak lebih dari dua halaman hanya karena penjelasan pengalaman yang kurang mendukung.
  • Bagaimana biar bagus?
    • Usahakan memiliki IPK 4
      • IPK tetap penting. IPK menjadi sebuah pintu ketika mendaftar sebuah pekerjaan dalam  seleksi administrative.
    • Bukan Kecerdasan, tetapi Kebiasaan karena CV menggambarkan kebiasaan.
      • SELF CONTROL, SELF DICIPLINE
      • Bangun Reputasi/Integrasi.
      • Dengan Siapa dan Apa
        • Dengan siapa dan dengan apa kita bergaul, itu yang akan mempengaruhi kita dan CV kita.
      • Kuliah yang baik.
      • Manfaatkan 4 tahun kita kuliah, karena 4 tahun terasa sangat cepat
      • Berprasangka baik pada Tuhan.
      • Percaya bahwa hasil tidak mengkhianati usaha.

SESI PENGKOREKSIAN DAN TANYA JAWAB:
a. Sesi Pengkoreksian CV
1. Muhammad Ilham
Pada CV Muhammad Ilham ini, kurang lebih berbicara. Di CV tersebut hanya menyebutkan organisasi dan jabatan (tanpa penjelasan). Selain itu kurang gambaran singkat diri, dan
kurang social media. Di samping itu, ada beberapa space yang bisa digunakan untuk menjelaskan dirinya lebih lanjut. Namun, tampilan CV ini sudah bagus secara keseluruhan.
2. Ariani Puji Astuti
Desainnya monoton, kurang berwarna, serta kurang menjelaskan lebih lanjut tentang pengalaman organisasi, padahal hal tersebut merupakan suatu poin penting, dan lebih baik pake Bahasa Inggris.
3. Muhammad Rizki
CV beliau dirasa kurang menarik. Education dirasa tidak perlu dari SD. Selain itu, kurang diberikan penjelsan lebih lanjut tentang achievments beliau. Lalu, terlalu panjang (sampai 3
lembar), sarannya lebih ringkas lagi. Alternative solusinya, bikin deskripsi yang mewakili keseluruhan, serta seharusnya bisa memanfaatkan space yang ada agar lebih efektif.
b. Sesi Tanya Jawab
• Q: Bagaimana jika terlalu banyak organisasi dan penghargaan yang malah membuat CV tersebut tidak jelas dan ringkas?
A: Apabila terlalu banyak yang harus diisi dan malah membuat tidak rigkas dan jelas, tentukan terlebih dahulu mau dibawa kemana CV tersebut. Misalnya, jika ingin dapat beasiswa berbasis kepemimpinan, maka lebih baik lebih ditonjolkan yang organisasi dan kepemimpinan. Selain itu, lebih tonjolkan penghargaan dan pengalaman organisasi yang terbaru.
• Q: Bagaimana jika semisal ada mahasiswa yang belum mempunai prestasi sewaktu menjadi mahasiswa di bagian penghargaannya?
A: Jika semisal ada mahasiswa yang belum mempunyai prestasi sewaktu menjadi mahasiswa maka menurut Mas Fathin, tambahkan di kolom achievments tersebut, prestasi yang lama saja, agar menggambarkan bahwa mahasiswa tersebut pernah berprestasi.
• Q: Lebih bagus memakai logo atau tanpa logo?
A: Untuk design CV, untuk kualitas bagus tidaknya membuat CV dengan logo atau tulisan, itu relatif. Ga cukup semua logo tanpa tulisan, tapi perlu juga adanya tulisan untuk menjelaskan, begitu juga sebaliknya. Poinnya yang terpenting lebih simple dan efisien. Untuk penjelasan yang lebih lanjut, bisa bertanya pada anak design.

 

IMG_2166

[[ kuis online perpustakaan FT UGM ]]

Halo, teman-teman. Mengawali tahun 2018, kami kembali membuat kuis. Pertanyaan seputar dunia referensi ilmiah di Fakultas Teknik UGM.
Berlaku sampai hari Selasa, 2 Januari 2018 pukul 13.00.

Cara mengikuti:
1. buka https://join.quizizz.com
2. masukkan kode 052196, kemudian klik Proceed
3. tulis nama lengkap + NIU (jika tidak lengkap atau tanpa NIU tidak akan dihitung nilainya. Jika namanya terlalu panjang, silakan disingkat seperlunya, namun NIU tetap wajib ada), kemudian klik “Join Game!”
4. ikuti kuis dengan memilih jawaban yang dianggap benar
5. Kuis hanya untuk mahasiswa UGM

Peringkat pertama mendapat hadiah Flashdisk 8GB persembahan MIC FT UGM. Peringkat kedua mendapat kaos Mendeley.

Penilaian akan dilakukan setelah kuis ditutup. Pengumuman akan disampaikan esok hari, Rabu 3 Januari 2018 di lib.ft.ugm.ac.id, melalu grup WA Perpustakaan FT UGM, Line Perpustakaan FT UGM (ugm.id/linePFT) dan OA Line (ugm.id/linepft).
Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

Selamat mengikuti.

Buku-buku sumbangan dari Ir. Imam Soekoto

WhatsApp Image 2017-12-20 at 11.13.19 AMPada acara HPTT 2017, keluarga Ir. Imam Soekoto (alumni Teknik Sipil UGM) menyumbangkan berbagai buku untuk FT UGM. Buku tersebut disimpan di Perpustakaan Fakultas Teknik UGM. Sebagian besar buku tersebut tentang Teknik Sipil, meski beberapa ada yang terkait militer.

Beberapa judul bidang militer, misalnya: The soldier and the state: the theory and polities of civil0military relations, yang ditulis Samuel Huntington, terbit tahun 1957; Handbook on agressor military forces terbitan 1955; Requirements for national defense terbit tahun 1970. Buku tersebut disimpan  di ruang sirkulasi.

Di bawah ini daftar lengkap buku-buku tersebut. Untuk mengunduh daftar, silakan klik di sini.