sipil UGM

Diskusi DEM: Bincang Energi, mengulik berbagai hal tentang energi

1506595444619Pada hari Rabu-Jumat, 27-29 September 2017, Dewan Energi Mahasiswa UGM mengadakan diskusi energi, sebagai rangkaian tahap penerimaan anggota baru di ruang sirkulasi Perpustakaan FT UGM dengan topik “Bincang Energi, mengulik berbagai hal tentang energi” yang dibawakan oleh sejumlah 26 presenter.

Diawali dengan hari Rabu 27 September 2017 yang diisi oleh 7 presenter, mereka adalah Asrofi Mursalin (Teknik Geologi 2016) yang membahas tentang Prospek Masa Depan Tambang Batubara Indonesia. Dilanjutkan oleh Daniel Surya H (Teknik Nuklir 2016) dengan materi Empat Paradoks Energi Masyarakat Indonesia, kemudian dilanjutkan Fatah Fauzan (Ilmu Ekonomi 2015) membawa materi Energi di India, Brasil, dan Cina. Pada urutan keempat ada Intania Nurmara (Teknik Geologi 2016) yang membahas Panas Bumi sebagai Energi Alternatif, Mardhiawan Tri S (Teknik Geologi 2016) dengan topik Energi Nuklir. Urutan keenam dibawakan Laila Dzaikra (Teknik Geologi 2016) tentang Rapuhnya Ketahanan Migas di Indonesia dan terakhir dibawakan oleh Rochmad Gama S (Elins 2015) dengan bahasan Optimalisasi Pengelolaan Energi di Indonesia. Tanya jawab berlangsung setiap berakhirnya presentasi, juri dan peserta lain diperbolehkan saling bertanya dan berdiskusi tentang materi yang baru disampaikan presenter.

Hari kedua, Kamis 28 September 2017, diisi oleh tujuh presenter. Mereka adalah Abi Saddam Alhadi (Teknik Geologi 2016) dengan topik Energi Geothermal, kemudian Adinda R Haka (Teknik Geologi 2016) dengan bahasan Energi Baru Terbarukan, dan Agil Kristanto (Fisika 2017) yang membawakan tentang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Pada urutan keempat diisi oleh Agnestyas (Teknik Fisika 2016) yang membahas tentang Energi Tidal, dilanjutkan Diazgany (Teknik Mesin 2015) yang membahas topik Perpetual Motion Machine, disusul Faqih Alfauzan (Teknik Fisika 2015) dengan topik Tantangan Energi Alternatif Mengalahkan Dominasi Energi Fosil, dan terakhir oleh Rusma R (Teknik Geologi 2016) dengan bahasan Enhanced Oil Recovery. Tanya jawab berlangsung sebagaimana pada hari pertama yakni dilakukan setiap selesai presentasi dan terdapat beberapa tanya jawab.

Hari terakhir yakni hari Jumat 29 September 2017 terdapat 13 presenter. Mereka adalah Christian Paskah W (Teknik Nuklir 2017) yang membahas Krisis Energi atau Buta Energi? Dilanjutkan Wiega Pratama (Teknik Elektro SV 2016) dengan topik Pemanfaatan Bio-Slurry, kemudian Gagas Sandi (Elektronika dan Instrumentasi SV 2017) yang membahas Era Energi Baru Terbarukan, ketiganya berlangsung di ruang sirkulasi lantai 3 Perpustakaan Teknik UGM. Sepuluh lain melakukan presentasi di lantai 2, mereka adalah Andika Prima S (Teknik Fisika 2015) dengan topik PV System, Feryantama Putra (Teknik Nuklir 2016) dengan bahasan Dilema Energi Baru Terbarukan, Geovvani Farrel (Teknik Fisika 2017) dengan Potensi Energi Panas Laut, Khiriyana (Teknik Geologi 2016) dengan topik Mengungkap Potensi Panas Laut Indonesia sebagai Sumber Energi Alternatif. Selain itu M Arkan F (Teknik Geologi 2016) membawakan Geothermal sebagai Energi, M Zikri (Teknik Mesin 2016) dengan judul Secuplik tentang Energi, Purwaditya (Hubungan Internasional 2016) dengan topik Urgensi mewacanakan Energi Baru Terbarukan. Dilanjutkan presentasi oleh Randu Jevvanu (Teknik Geologi 2016) tentang Energi Geothermal, Dimas Hatta A (Departemen Politik dan Pemerintahan 2016) dengan judulnya The Resource Curse, dan Sidik Nur T (Filsafat 2015) dengan topik Liberalisasi Migas, tanya jawab diadakan serentak pada akhir presentasi. Tanya jawab sekaligus diskusi ini berjalan cukup seru karena membahas kondisi energi di Indonesia. (Rahmanda Muhammad T <rahmandamt@gmail.com>)

Asec Real Discussion : Geoscience and Job-Seeking Demand

Screenshot at 2017-10-16 11-21-40

Asec Real Discussion (ARD) merupakan forum yang diadakan setiap Jum’at sore oleh Actual Smile English Club (ASEC) untuk melatih anak muda mempraktikan English. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk diskusi membahas topik tertentu menggunakan English. ARD pada Jum’at, 13 Oktober 2017 dilaksanakan di Ruang Diskusi Lantai 1, Perpustakaan Fakultas Teknik UGM dengan narasumber Agra Adipta (Former President of Exploration Geophysicist UPN “Veteran” Student Chapter.

ARD diawali dengan pembukaan oleh Bapak Purwoko, MA selaku Kepala Perpustakaan Fakultas Teknik UGM. Diskusi dimulai dengan penyampaian singkat mengenai ASEC dan program ARD. Kemudian penyampaian meteri oleh pembicara yang dilanjutkan diskusi.
Pembahasan dimulai dengan penyampaian mengenai Geoscience dan bagaimana prospek pekerjaan di masa depan. Bagaimana posisi seorang Geoscience dalam dunia kerja? Apakah memilih bidang yang science oriented, finance oriented, atau proficient oriented? Bagaimana prospek ketiganya? Diskusi juga membahas mengenai persiapan yang perlu dilakukan pemuda sebelum bekerja dan mengabdikan dirinya. Beberapa diantaranya, terbuka dengan pengetahuan baru dan mau belajar, berpikir dan rajin, menjadi berbeda dengan skills yang dimiliki, dan membangun jaringan. Agra menyampaikan beragam pengalamanya terlibat dalam berbagai project di bidang Geoscience, riset yang pernah dilakuan, serta event nasional dan internasional yang pernah diikuti. Project dan riset yang dilakukan tentu tidak semata untuk pengembangan ilmu pengetahuan tentang bidang tersebut, tetapi juga untuk membantu dan membangun masyarakat.

Diskusi ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai prospek pekerjaan di bidang Geoscience, kemudian pekerjaan seperti apa yang akan dipilih? Bagaimanapun juga, pemuda yang
akan meneruskan estafet kepemimpinan di bidang ini dan bidang lainnya kelak. Memilih dan melaksanakannya dengan bijak akan membawa kebaikan untuk Indonesia di masa depan.  (Fithrothul Khikmah <fithrothulk@gmail.com>)

Prosedur Peminjaman Ruang lantai 3 Perpustakaan FT UGM

Peminjaman ruang kecil lantai 3 Perpustakaan FT UGM dilakukan secara elektronik.  Berikut panduannya.

1. buka http://lib.ft.ugm.ac.id/booked
2. login menggunakan username NIU dan password NIU (silakan ganti password sendiri). Aktivasi username dan password harus meminta langsung ke front office Perpustakaan FT UGM.

Pertama kali, anda perlu mengantifkan “Send me an email” di My Account – Notification Preferences. Kemudian klik Update

3. klik Schedule – Bookings
4. pilih jenis ruang yang akan dipinjam
5. klik waktu yang diinginkan, isi judul acara, klik Create
6. admin akan memeriksa, dan menerima (approve) jika memenuhi syarat
7. pemesanan dilakukan 1x, pemesanan berikutnya dilakukan jika pemesanan sebelumnya telah dijalani
8. pengambilan kunci menggunakan KTM, maksimal 30 menit setelah jam mulai. Jika tidak diambil, akan dihapus.
9. jika dirasa perlu, pemesan yang tidak mengambil pesanan ruang, akan dinonaktifkan.

Untuk melihat status ruang, bisa dilihat di http://lib.ft.ugm.ac.id/booked/Web/view-schedule.php (tanpa password)

1488264088 (1)

 

Diskusi BEM KMFT: Makna “Tanah Sultan” di Yogyakarta

Notulensi (Bukan) Diskusi Senin Sore #3
Mengulik Kembali Makna “Tanah Sultan” di Yogyakarta
Selasa, 26 September 2017
Pemantik: Nur Wahid Satrio Kusma Manggala (Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta)

—————————

5316d7ee-6760-445b-af1f-97e338cbb945Layaknya Aceh dan Papua, Yogyakarta mendapatkan keistimewaannya sendiri dalam mengatur daerah kekuasaannya. Namun, yang membedakan ketiganya adalah alasan dibalik pemberian keistimewaan tersebut, dimana Aceh mendapatkan keistimewaan tersebut sebagai bentuk manuver pemerintah untuk dapat mengintegrasikan gerakan-gerakan separatisme yang bergejolak di daerah tersebut, Papua mendapatkan keistimewaannya dalam bentuk otonomi khusus untuk dapat mengejar ketinggalan. Sedangkan Yogyakarta, mendapatkan keistimewaannya akibat dari akumulasi kejadian-kejadian di masa lampau.
Kejadian yang dimaksud antara lain, adanya Perjanjian Giyanti pada tahun 1755, dimana isi dari perjanjian tersebut adalah wilayah Yogyakarta patuh di bawah Kekuasaan Belanda, yang pada saat itu diwakili oleh VOC, walaupun tetap diberikan kepada Sultan. Selain itu, perjanjian tersebut mengatakan bahwa proses pengangkatan maupun pemberhentian Pepatih Dalem dan Bupati tidak dapat dilaksanakan tanpa melalui persetujuan VOC terlebih dahulu. Pada tahun 1940, dengan tujuan untuk memangkas biaya yang dihasilkan oleh civil administration, maka kekuasaan dikembalikan kepada Sultan. Pada tahun 1950, Undang-Undang tentang Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia. Undang-undang tersebut memberikan keleluasaan bagi Yogyakarta untuk mengatur daerahnya sendiri. Hal ini dibuktikan dengan dikeluarkannya peraturan daerah Yogyakarta yang mengatur sistem pertanahan. Masalah mulai muncul ketika pemerintah Indonesia berinisiatif untuk melakukan land reform dengan dikeluarkannya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) sehingga terdapat dualism aturan terkait tanah di Yogyakarta.
Untuk menyelesaikan polemik tersebut, pemerintah Indonesia mengeluarkan Peratiuran Presiden pada tahun 1984 untuk menghapus tanah Sultan yang kemudian direspon oleh Pemerintah
Yogyakrata dengan dikeluarkannya Peraturan Daerah pada tahun yang sama, yang pada intinya berisi bahwa Yogyakarta akan mengikuti aturan yang tertulis pada UUPA.  (Andre Jason/kastratbemkmft@gmail.com)

Diklat Curriculum Vitae: Let the people know how great you are

1506308803287ditulis oleh: Muhammad Rizky Nugroho

Jumat (22/9/17), BSO Cendekia Teknika FT-UGM menyelenggarakan Didikan Kilat Curriculum Vitae. Diklat ini menghadirkan Isna Pujiastuti, Mahasiswa Berprestasi favorit yang berasal dari Fakultas Geografi UGM sebagai pembicara. Diklat ini berlangsung di Ruang Diskusi Lantai 2 Perpustakaan FT UGM yang dihadiri mahasiswa FT UGM dan mahasiswa UGM. Diskusi ini dimulai dari jam 15.00 sampai dengan 17.45.

Diklat ini diadakan karena curriculum vitae (CV) adalah salah satu aspek penting untuk pendaftaran beasiswa, organisasi, kerja dan sebagainya. Selain itu, curriculum vitae juga dapat dikatakan sebagai “alat” yang dapat menjual diri kita ke orang lain.

Diklat dimulai dengan pembukaan lalu dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh pembicara. Tips-tips yang diberikan oleh pembicara pada saat pemaparan materi tentang cara membuat CV yang baik dan benar antara lain:

  • Sesuaikan isi CV dengan kebutuhan, tentukan apakah kita akan membuat CV dengan format yang formal atau informal.
  • Pilih warna yang enak dilihat, jangan sampai hanya hitam putih ataupun berwarna mencolok yang menyebabkan tidak enak dilihat.
  • “Bunyikan CVmu”, yaitu menjabarkan setiap poin-poin di dalam CV dengan singkat dan padat serta jujur dalam setiap katanya.
  • Akhiri CV dengan mencantumkan Preference, yaitu orang yang dapat dipercaya untuk bisa ditanyakan tentang kebenaran CV kita.
  • Cari guru/pementor yang ahli dalam membuat CV sebagai tempat untuk konsultasi dan mengoreksi CV kita.

Setelah Pemaparan materi dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab. Di dalam sesi ini terdapat jawaban-jawaban menarik mengenai CV diantaranya:

  • Jika pada saat kita ingin mendaftar sesuatu dengan melampirkan CV, sebaiknya mengikuti Template CV yang ada jika disediakan oleh panitia. Jangan mencoba-coba inprovisasi.
  • Alamat rumah yang dicantumkan ke dalam CV sebaiknya alamat yang akan kita tempati selama 6 bulan lebih. Jika kita sering berpindah-pindah tempat tinggal, sebaiknya cantumkan alamat rumah Orangtua.

Harapan kami setelah diadakannya Diklat ini supaya mahasiswa di UGM khususnya mahasiswa Fakultas Teknik dapat membuat CV dengan baik & benar dan mampu menjual CVnya untuk kemaslahatan diri masing-masing. (MUHAMMAD RIZKI NUGROHO/Cendekia Teknika FT UGM)

Buku UGM Press bisa dibeli di Perpustakaan FT UGM

Screenshot at 2017-09-19 15-58-17Selasa (19/9), dilakukan serah terima buku dari UGM Press + almari yang dititipkan di Perpustakaan FT UGM. Buku terbitan UGMPress tersebut bisa dibeli di Perpustakaan FT UGM. Untuk tahap pertama, buku diserahkan langsung oleh Muhammad Agung Bramantya, S.T.,  M.T., M.Eng., Ph.D. selaku Kepala Bidang Penerbitan dan Percetakan UGM Press.

Buku tersebut bisa langsung dibeli di perpustakaan, jika ternyata tidak ada stok di perpustakaan, maka petugas akan menghubungi penerbit untuk memenuhinya. Kolaborasi ini, tentunya akan menjadikan perpustakaan dan penerbit saling memberikan manfaat. Selain itu, Perpustakaan FT UGM juga membuka diri pada UGMPress untuk menyelenggarakan kegiatan bedah buku atau kegiatan lain terkait penerbitan.

“Saya berharap kerjasama ini bisa menguntungkan dua pihak. Perpustakaan FT UGM sangat senang dapat membantu unit penerbitan UGM dalam menyebarkan buku-buku yang diterbitkannya”, demikian komentar Koordinator Perpustakaan FT UGM, Purwoko, MA.

Berikut ini merupakan judul buku bidang teknik yang diterbitkan oleh UGM Press. Harga belum termasuk diskon.

Buku terbitan UGM Press lainnya, dapat dilihat di http://ugmpress.ugm.ac.id/id#, dan anda bisa kontak Perpustakaan FT UGM untuk membeli buku tersebut. Anda bisa chat dengan pustakawan melalui fitur chat di kanan bawah laman ini. Silakan rekuest, dan tinggalkan kontak email/sms/whatsapp.

Fitur baru di web Perpustakaan FT UGM: chat dengan pustakawan

Screenshot at 2017-09-19 11-05-41

Web perpustakaan FT UGM, ditambahi dengan fitur baru, yaitu chat dengan pustakawan. Fitur ini dapat di buka melalui web lib.ft.ugm.ac.id, dan mengaktifkannya dengan cara klik di tombol merah di kanan bawah.

Setelah klik, maka akan muncul kotak dialog yang dapat digunakan untuk chat dengan pustakawan.  Anda dapat menuliskan pertanyaan, dan hal lain tentang perpustakaan FT UGM, sumber informasi, konsultasi pencarian, konsultasi software dan lainnya. Kami akan dengan senang hati melayani para pemustaka.

Screenshot at 2017-09-19 11-05-53

Tampilan chat

Prof. Nizam: Bedah buku harus lebih rutin lagi, pelatihan harus diperluas cakupan pesertanya

Screenshot at 2017-09-15 12-29-10Prof. Nizam, Dekan FT UGM yang dilantik pada hari Senin (11/9) mengunjungi Perpustakaan FT UGM pada Jum’at (15/9). Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama sejak beliau dilantik.

Beliau berkeinginan melihat langsung perpustakaan, setelah sebelumnya sempat diskusi dengan Koordinator Perpustakaan FT UGM, Purwoko, di ruang kerja Dekan. Kunjungan dimulai dari lantai satu, mencoba fasilitas akses tugas akhir digital yang telah terpasang di perpustakaan. Dilanjutkan ruang pelatihan kelas kecil. Pada ruang ini, Beliau bertemu dengan Pak Mudjijana, dosen Teknik Mesin yang kesehariannya banyak mengabiskan waktu di perpustakaan. Beliau berdua pun saling menyapa dan berbagi cerita secara singkat.

Di lantai dua, Prof. Nizam bertanya tentang koleksi tercetak, dan kemungkinan pengembangan koleksi. “Jika ditambah koleksi, lebih baik buku tercetak, atau langganan ebook?”, demikian beliau menanyakan. Purwoko, MA. menyampaikan bahwa selama ini akses ebook mengikuti langganan yang dilakukan oleh perpustakaan UGM. Terkait dana yang ada, akan dikaji lagi, apakah ke tercetak atau ebook. Masih di lantai 2, Prof. Nizam juga mengunjungi ruang diskusi mahasiswa di sisi barat, serta memperoleh informasi tentang layanan yang diberikan Microsoft Innovation Center yang berkantor di Perpustakaan FT UGM.

Di lantai 3, Prof. Nizam berkeliling melihat mahasiswa yang sedang belajar, mengecek ruang diskusi mahasiswa. Selain itu, juga menyempatkan membuka web Perpustakaan FT UGM yang beralamat di lib.ft.ugm.ac.id. Terkait dengan kegiatan pelatihan yang selama ini diselenggarakan perpustakaan, Prof. Nizam sangat mendukung, dan mendorong agar diperluas pada dosen, mahasiswa s1,s2,s3. Bahkan, beliau juga mendorong acara bedah buku lebih dihidupkan dan digiatkan lagi. “Bukan hanya bedah buku tentang teknik, tapi juga non teknik, filsafat, dan lainnya”, demikian pungkasnya.

Membuat Google Scholar untuk memonitor produktifitas dan pengaruh penelitian kita

Kementrian Ristek Dikti, telah membangun portal SINTA (Science and Technology Index) yang akan menampilkan karya publikasi dosen dan peneliti di Indonesia. Dosen dan peneliti harus mendaftarkan diri di SINTA, dengan memasukkan ID Google Scholar dan Scopus. Pada periode ketika tulisan ini ditulis, kabarnya pendaftaran di SINTA akan ditutup 30 September 2017.

Bagi dosen dan peneliti yang belum memiliki akun Google Scholar, silakan ikuti petunjuk pada tulisan ini.

Google Scholar dapat dibuat menggunakan akun Google (email Google/Gmail) dan diverifikasi menggunakan akun email akademik (.ac.id, .edu dan lainnya). Untuk civitas UGM, karena email UGM telah menggunakan akun Google, maka dapat menggunakan akun tersebut untuk membuat dan melakukan aktivasinya.

 

Langkah pertama, silakan masuk ke ugmail.ugm.ac.id, login menggunakan email UGM yang telah dimiliki. Setelah berhasil masuk ke email UGM, dilakan buka Google Scholar di http://scholar.google.com. Lihat tampilan paling atas, akan muncul tautan “Kutipan Saya”. Silakan klik tautan tersebut.

Screenshot at 2017-09-14 08-39-02

Setelah klik, maka akan muncul identitas anda. Langkah kedua lengkapi identitas tersebut dengan cara klik “edit”. Tulis nama lengkap tanpa gelar, afiliasi, bidang ilmu, email untuk verifikasi dan alamat web jika memiliki. Jangan lupa, contreng kotak kecil “Jadikan profile saya untuk umum”, yang berfungsi agar profile Google Scholar anda dapat dilihat orang lain, dan nantinya dapat dibaca oleh SINTA. Setelah itu, klik SIMPAN. Jika ternyata untuk membuat publik, GS meminta anda membuka email institusi, maka silakan buka dan ikuti petunjuknya.

1

Langkah ketiga, perlu dilakukan penggantian/penambahan foto profil. Silakan klik “ubah foto”, kemudian cari foto terbaik anda.  Set

2

Langkah ke empat, profil Google Scholar perlu diisi dengan karya tulis yang telah diterbitkan. Ada beberapa cara menambahkan. Cara pertama adalah “tambahkan grup artikel”. Caranya, klik “Tambahkan” yang ada di bawah identitas profile anda. Maka akan muncul artikel (jika ada) dalam kelompok “tambahkan grup artikel”. Tambahkan grup artikel, berarti google akan mendeteksi berdasar nama si pemilik akun, kemudian mengumpulkan artikel berdasar nama tersebut. Jika dirasa tepat atau sesuai, yang perlu dilakukan adalah klik “tambahkan semua …. artikel”. Namun, jika ragu, bisa klik “lihat semua artikel” dahulu, baru disimpan.

3

Cara berikutnya, adalah “tambahkan artikel”. Jika diklik, maka akan menampilkan daftar artikel untuk diperiksa, apakah itu tulisan si pemilik akun atau bukan. Jika benar, bisa dicontreng dan klik “Tambahkan”.

 

4

Jika  tidak dinemukan artikel pada daftar yang ada pada “tambahkan artikel”, namun    artikel telah terbit online, maka dapat dilakukan pencarian pada kotak pencarian. Jika ditemukan, cukup contreng dan klik “tambahkan”.
6

Tampilan di atas, adalah hasil dari penambahan artikel yang telah muncul di profil google scholar.

Langkah ke lima, ada kemungkinan artikel yang dimaksudkan benar-benar ditulis oleh si pemilik akun, namun google tidak berhasil menampilkan penulis secara lengkap (tidak tercantum nama penulis sebagai pengarang). Atau karena kesamaan nama, ada artikel orang lain yang masuk ke dalam profil google scholar anda. Selain itu, ada kemungkinan kesalahan penulisan lainnya. Jika hal ini terjadi, maka terkait SINTA, admin SINTA tidak akan memproses Google Scholar untuk diindeks. Maka yang perlu dilakukan pemilik akun GS adalah memeriksa agar:

  1. Semua artikel yang masuk di akun Google Scholar adalah dokumen yang ditulis oleh si pemilik akun. Jika ada dokumen yang ternyata tidak ditulis oleh si pemilik akun, maka dokumen harus dihapus.
  2. Memastikan bahwa ada nama si pemilik akun tercantum sebagai pengarang artikel yang tampil di akun Google Scholarnya. Jika ini terjadi, maka harus diedit dan ditambahkan nama pengarangnya.

Untuk menghapus dokumen, lakukan klik judul dokumen yang hendak dihapus. Maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Kemudian klik edit di atas judul untuk melukan edit, atau simbol hapus untuk menghapus.

7

 

Setelah klik edit, maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.

 

8

 

Perbaiki bagian yang perlu diperbaiki, mulai dari tipe dokumennya, judul, pengarang dan lainnya. Untuk menulis pengarang lebih dari satu, dapat ditulis dengan cara: Nama Belakang, Nama depan; Nama belakang, nama depan;. Misalnya: Siswanto, Edi; Triyanto, Bowo; Harnowo, Agus.
5

Selain dua cara sebelumnya, dokumen dapat ditambahkan dengan cara manual. Klik “tambahkan artikel secara manual”, maka akan muncul tampilan seperti di atas. Tulis dokumen yang dimiliki, dan klik simpan.

######

Langkah berikutnya, terutama para dosen dan peneliti adalah mendaftar di SINTA.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui URL http://sinta2.ristekdikti.go.id/author/. Data yang perlu disiapkan untuk mendaftar: NIDN, email institusi, ID Google Scholar, ID Scopus.  Setelah berhasil, maka SINTA akan mengirim email aktivasi. Setelahnya anda harus menunggu proses verifikasi dan sinkronisasi data.

 

Contoh profil Google Scholar dan SINTA, misalnya:

  1. https://scholar.google.co.id/citations?user=7oAwd9cAAAAJ&hl=id&oi=ao.
  2. http://sinta2.ristekdikti.go.id/authors/detail?id=5999998&view=overview
  3. http://sinta2.ristekdikti.go.id/authors/detail?id=6008391&view=overview

Bagi yang kesulitan mendaftar di SINTA atau Google Scholar, silakan kontak ke perpusft@ugm.ac.id atau CP sms/wa 0813.4823.2561

Diskusi Dilarang Diam #1, Meikarta: Delusi Kota Masa Depan?

Screenshot at 2017-09-12 15-04-01Jumat (8/9/17) sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam kelompok diskusi Nekropolis menyelenggarakan diskusi yang membahas tentang pembangunan kota baru Meikarta. Selain mahasiswa, diskusi ini menghadirkan Pak Marco Kusumawijaya, seorang arsitek dan aktivis perkotaan, langsung dari kantor Rujak Center for Urban Studies di Jakarta melalui hubungan Skype.
Diskusi ini berlangsung di Ruang Diskusi Lantai 2 Perpustakaan FT UGM, dimulai dari pukul 15.30 dan berakhir sekitar pukul 17.30. Antusiasme peserta cukup tinggi ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang muncul dan alur diskusi yang menjadi makin menarik. Peserta diskusi pun tidak hanya berasal dari FT, namun banyak pula mahasiswa FEB, Sosiologi, dan peserta non-mahasiswa.
Diskusi ini dilatarbelakangi oleh kurangnya informasi dan penyikapan kritis mahasiswa terhadap isu-isu nasional seperti Meikarta. Selain membahas permasalahan di Meikarta, diskusi ini lalu juga membahas solusi yang dibutuhkan oleh kota-kota kita sekarang ini. Harapannya tentu, mahasiswa dapat sudut pandang yang lebih luas serta mampu lebih kritis dalam menyikapi permasalahan sekitar. (Fildzah Amalina)