sipil UGM

Misykat Edisi 4: Problematika Tanah dan Tata Kelola Ruang, Bagaimana Islam Memandang?

IMG-20171027-WA0016Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana (HIMMPAS) UGM pada Jumat, 27 Oktober 2017, kembali mengadakan Kajian Misykat. Kajian Misykat kali ini merupakan edisi keempat yang bertempat di Ruang Diskusi Lantai 2 Perpustakaan Fakultas Teknik UGM serta mengangkat tema mengenai faktor vital bagi suatu Negara, yakni “Problematika Tanah dan Tata Ruang, Bagaimana Islam Memandang?”. Tema ini merupakan tema yang sangat menarik, terbukti dengan animo peserta yang mendaftar dan hadir pada kajian misykat kali ini lebih dari 50 orang. Kajian Misykat ini merupakan salah satu agenda rutin HIMMPAS UGM dari divisi Pengkajian Ilmiah yang menghadirkan dua pemateri dengan ulasan dan perspektif yang berbeda sehingga kajian misykat mampu menyampaikan dan memberikan konsep keilmuan dalam worldview islam yang khas dan komprehensif.

Pemateri pertama ialah Andika Saputra, S.T., M.Sc, merupakan dosen arsitektur UMS, menyampaikan seperti apa dan bagaimana tata kelola dan pembinaan ruang dengan identitas manusia yang akan dibentuknya. Dilanjutkan dengan pemateri kedua, Ir. Bambang Ifnurudin Hidayat, Praktisi Bisnis Properti; Pendiri Pesantren Properti Sentolo, Kulonprogo, yang menyampaikan bagaimana peran seorang muslim dalam membangun daerah dan kaumnya, memberdayakan dan memandirikan masyarakat melalui bisnis properti. Acara ini tak hanya dihadiri oleh mahasiswa pascasarjana UGM saja, namun dari kampus- kampus lain juga turut hadir, seperti UNY, UII baik S1, S2, dan S3. Tema tanah dan tata kelola ruang diangkat karena manusia dalam beraktivitas tak bisa lepas dari aspek tanah yang dipijak.

Tanah menjadi kebutuhan paling pokok sebagai pijakan mengembangkan aktivitas ekonomi, pertanian, perkebunan, properti, dan ragam aktivitas kehidupan manusia di atasnya. Dari aspek ini juga dikaitkan bagaimana Rasulullah membangun dan memakmurkan jazirah dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan umat lainnya, serta bagaimana peran muslim saat ini dalam mengembangkan dan memakmurkan tanah yang memiliki banyak manfaat bagi sekitarnya. Acara yang berlangsung hingga menjelang magrib ini diakhiri dengan foto bersama antara peserta dan pemateri. Semoga dengan diadakannya kajian misykat ini memberikan banyak manfaat bagi semua pihak.
(Rahayu Dian Wahab <rdian77@gmail.com>)

Trackback from your site.

Leave a comment