Bahrul Ulum mahasiswa magister Teknologi Informasi FT UGM berhasil lulus setelah meneliti penerapan blockchain pada keamanan data kesehatan. Ulum menyelesaikan tesisnya pada kondisi yang tidak ideal. Berjuang ditengah sakit, dengan dukungan dari rekan kuliah serta keluarga, Ulum mampu menyelesaikan tesis dan lulus.
Ulum wisuda pada 21 Januari 2026. Namun, 2 minggu kemudian Ulum berpulang.
Penelitian yang diselesaikannya menjadi warisan bagi ilmu pengetahuan, khususnya bidang teknik yang diterapkan pada bidang kesehatan. Tesis ulum berjudul “Rekomendasi Keamanan Data untuk Data Kesehatan Pemerintah Kabupaten Kediri dengan Teknologi Blockchain”.
Penelitian ini memiliki 3 kontribusi ilmiah, yaitu:
- Menghasilkan model integrasi Blockchain–DBMS (BigchainDB dan PostgreSQL) yang mampu menjaga imutabilitas data pribadi pasien, sekaligus mempertahankan fleksibilitas pengelolaan data publik.
- Menyediakan mekanisme kriptografi, kontrol akses berbasis peran, dan validasi waktu (time-sensitive hashing) yang memperkuat keamanan dan auditabilitas data kesehatan Pemerintah Daerah.
- Mengisi kesenjangan pengetahuan (research gap) mengenai penerapan Blockchain dalam sistem data kesehatan pemerintah dengan pendekatan hibrida yang efisien dan kontekstual di Indonesia.
Selain itu, juga memiliki 3 kontribusi praktis, yaitu:
- Memberikan rekomendasi sistem keamanan data yang dapat diimplementasikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri untuk melindungi data rekam medis pasien dari ancaman modifikasi atau kebocoran.
- Menawarkan strategi penerapan teknologi Blockchain yang hemat biaya tanpa perlu mengganti sistem yang sudah ada, sehingga mendukung keberlanjutan operasional Pemerintah Daerah.
- Mendukung program Transformasi Digital Kesehatan Nasional (Satu Sehat) melalui penguatan tata kelola dan keamanan data berbasis prinsip desentralisasi dan transparansi.
Berikut abstrak penelitian tersebut:
Keamanan data kesehatan yang dikelola Pemerintah menjadi tantangan kritis, terutama pada sistem terpusat yang rentan terhadap ancaman internal maupun eksternal seperti akses tidak sah dan manipulasi data. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan data kesehatan dengan pendekatan biaya rendah melalui integrasi teknologi blockchain dan sistem Manajemen Basis Data Relasional (DBMS) yang telah digunakan pada aplikasi Teman Mas Abdi di Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri.
Metode penelitian dilakukan dalam tiga tahap: identifikasi masalah, perancangan sistem, dan implementasi. Pada tahap desain, data publik seperti profil fasilitas kesehatan tetap disimpan dalam DBMS, sedangkan data pribadi berupa rekam medis elektronik disimpan di blockchain menggunakan BigchainDB. Arsitektur hibrida ini menggabungkan enkripsi, sifat immutable, serta mekanisme kendali berbasis pasien. Implementasi dilakukan dengan empat node menggunakan konsensus Tendermint, yang memastikan toleransi kesalahan serta mencegah single point of failure.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa integrasi ini mampu mempertahankan infrastruktur yang ada, meminimalkan biaya tambahan, serta mendeteksi upaya manipulasi data meskipun penyerang memiliki akses server. Dengan demikian, model hibrid DBMS–BigchainDB terbukti meningkatkan keamanan, integritas, dan privasi data kesehatan tanpa perlu mengganti sistem yang ada.
Kata kunci— Data Kesehatan, Keamanan, Blockchain, Enkripsi, DBMS.